MWC NUTURI | Kendati terpilih Ichsan S.Pd menyatakan tidak siap alias mundur dari penetapan sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Ngangkrik. Hal ini terungkap saat Musyawarah Ranting (Musran) dipandegani MWC NU Turi di gedung Madrasah Assyafi'iyah Dusun Ngangkrik, Desa Balun Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jum'at malam (19/12/2025).
Dalam Musran proses pemilihan dipimpin Masyhuda S.Pd Sekretaris MWC NU Turi ini berlangsung demokratis muncul dalam penjaringan calon nama nama calon yaitu, Ichsan S. Pd 8 suara, Karnadi, S.Pd 13 suara, Ustadz Madhan, S. Pd 2 suara, Ahmad Yani, S. Ag 4 suara.
Berdasarkan kesepakatan forum Musran nama-nama calon tersebut tidak ada yang memenuhi 50+1 persen suara, maka mengerucut tiga calon untuk dipilih menjadi ketua tanfidziyah yaitu Karnadi, S.Pd yang sebelumnya Wakil PRNU Ngangkrik, Ichsan S.Pd Sekretaris PRNU Ngangkrik dan Ahmad Yani S.Ag (Ketua Tanfidziyah) periode 2020-2025.
Pimpinan sidang Masyhuda S.Pd sebelumnya mengingatkan bahwa calon (Ahmad Yani S.Ag) sudah menjadi pengurus harian MWC NU Turi sehingga tidak boleh dicalonkan.
"Sesuai AD/ART nya Pak Yani sudah menjadi pengurus harian MWCNU Turi maka saya mengingat aturan organisasi ndak boleh merangkap jabatan," ujarnya.
Mendengar penjelasan itu kemudian Yani membenarkan yang disampaikan pimpinan sidang.
"Saya menyatakan tidak bersedia dicalonkan kita sepakati saja dua calon yaitu Pak Ichsan dan Pak Karnadi untuk dipilih sebagai Ketua Tanfidziyah oleh forum peserta Musran, " ujarnya disetujui hadirin Musran.
Qobla pemungutan suara, Rais Syuriah terpilih Ustadz Rufii menyampaikan persetujuan /taqrir kepada Ichsan S.Pd untuk menjadi calon ketua tanfidziyah, hal ini sesuai AD/ART NU pasal 45 bahwa calon yang maju harus mendapatkan persetujuan Rais terpilih.
Saat pemilihan berlangsung dua calon Karnadi dan Ichsan berhasil mendapatkan suara Ichsan mendapatkan 14 suara dan Karnadi mendapatkan 13 suara. Namun Ichsan menyatakan tidak siap menjadi ketua tanfidziyah dan menyerahkan form kesediaan tidak siap ditetapkan menjadi Ketua PRNU Ngangkrik.
"Terima kasih atas dukungan semuanya kepada saya tapi mohon maaf saya tidak siap menjadi Ketua Tanfidziyah, ini saya sudah membuat pernyataan sesuai mekanisme organisasi," ujar Ichsan.
Suasana sidang menghangat dengan mundurnya Ichsan, kemudian pimpinan sidang Masyhuda menawarkan kepada forum apakah dilakukan pemilihan kembali calon atau Karnadi ditetapkan sebagai calon.
Dalam sambutannya Karnadi menyatakan agar berkenan dilakukan pemilihan ulang, namun peserta Musran lebih menyepakati untuk menetapkannya sebagai Ketua Tanfidziyah, kemudian pimpinan sidang menggedok sah Karnadi sebagai Ketua Tanfidziyah sesuai AD/ART NU mengenai hasil musran tersebut.
"Terima kasih semuanya mohon saya dido'akan dalam menjalankan tugas sukseskan program PRNU Ngangkrik dengan semangat kebersamaan dan persatuan warga NU Ngangkrik," ujar Karnadi.
Sementara itu Ketua MWC NU Turi Kyai Mulyadi saat closing acara Musran ini menyatakan pelaksaan Musran PRNU Ngangkrik sangat demokratis penuh semangat.
"Program MWC NU Turi menggelar Musran PRNU se Kecamatan secara serentak, malam ini pada giliran PRNU Ngangkrik berjalan sukses lancar dan sangat demokratis, NU Ngangkrik luar biasa hidup kegiatan organisasinya dan warganya penuh semangat," ujar Kyai Mulyadi.
Alumni Ponpes Langitan Tuban ini melanjutkan dengan ucapan selamat kepada Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah terpilih.
"Semoga kedepan NU Ngangkrik bisa bertambah maju dan membawa kemaslahan masyarakat Ngangkrik," ujarnya. (@mwcnuturi1926@gmail.com).
|
Media MWC NU Turi |
