Menurut Kyai Baidhowi Musran adalah agenda lima tahunan pengurus NU di tingkat ranting untuk penyegaran organisasi yaitu pergantian pengurus.
"Musran itu forum Musyawarah tertinggi di tingkat ranting diadakan lima tahun sekali untuk Reformasi kepengurusan," ujarnya, Minggu (7/12/2025).
Selain itu lanjut Kyai Baidhowi agenda Musran nantinya meliputi LPJ (laporan pertanggungjawaban) kepengurusan PRNU selama lima tahun sebelumnya.
Dengan adanya Musran diharapkan bisa meningkatkan kinerja organisasi agar kedepannya bisa lebih baik dan maju.
"SK PRNU se Kecamatan Turi sudah habis masa berlakunya bulan Desember ini, maka setiap ranting harus menggelar Musran untuk memilih kepengurusan baru," lanjutnya.
MWC NU Turi membentuk Tim khusus pelaksanaan Musran agar berjalan lancar dan tertin sesuai AD/ART organisasi.
Dalam Musran juga memilih AHWA (Ahlul Halli wal Aqdi), yaitu sebuah forum yang terdiri dari 5 ulama senior Nahdlatul Ulama di tingkat ranting yang bertugas memilih Rais (pemimpin tertinggi) dalam Musran NU.
AHWA berfungsi sebagai badan legislatif yang menetapkan kepemimpinan tertinggi NU melalui musyawarah mufakat, menggabungkan tradisi musyawarah dengan kriteria ulama yang kompeten.
Kemudian setelah terpilih AHWA maka lima anggotanya itu menentukan/memutuskan/memilih Rais Syuriah, baru kemudian pemilihan Ketua Tanfidz berdasarkan Musyawarah atas persetujuan Rais Syuriah terpilih.
Calon-calon tanfidz yang mendapatkan persetujuan sebagai calon untuk dipilih oleh peserta Musran, kemudian setelah terpilih Rais Syuriah dan Tanfidz dibentuk tim formatur bertugas membentuk struktur kepengurusan baru PRNU. (@Media_MWCNUTURI)
|
Media MWC NU Turi |
