Media MWC NUTURI | Ketua MWC NU Turi Kyai Mulyadi menyatakan pelaksanaan Musran (Musyawarah Ranting) NU adalah amanat AD/ART yang harus dilaksanakan, hal ini terkait realisasi Musran PRNU Sukoanyar, Keben, Turi yang dijadwalkan hari ini digelar, Selasa (9/12/2025). 

Musran PRNU adalah Musyawarah Ranting Nahdlatul Ulama, forum tertinggi di tingkat desa/kelurahan untuk mengevaluasi program kerja, menyusun program baru, dan memilih kepengurusan baru (Syuriyah dan Tanfidziyah) untuk masa khidmat berikutnya selama lima tahun. 


"Musran juga memperkuat kegiatan NU di tingkat akar rumput (grassroot) yang ada di tiap desa," ujarnya. 


Menurutnya tujuan Musran PRNU selain mengevaluasi, meniilai kinerja pengurus lama juga memilih pemimpin baru estafet kepemimpinan. 


"Dalam Musran juga dibahas perencanaan, menyusun program kerja dan arah kebijakan untuk masa mendatang," tambahnya. 


Dikatakan Kyai Mulyadi agenda Musran juga sebagai penguatan Jamiyah: Memperkuat barisan dan soliditas warga NU di tingkat desa.

 

Musran diselenggarakan oleh: Pengurus Ranting NU (PRNU). Dihadiri oleh: Pengurus MWC NU (Majelis Wakil Cabang NU) setempat, pengurus PRNU lama, perwakilan lembaga dan banom (Badan Otonom) NU, tokoh masyarakat, serta seluruh anggota ranting. 


Dalam Musran akan memilih penetapan Ketua Tanfidziyah dan Rois Syuriyah baru. Untuk memilih Rais Syuriah diawali dengan pembentukan AHWA (ahlul halli wal aqdi) atau tim format 5 orang ahli agama luas pengetahuannya tentang aswaja/ke-NU-an untuk memutuskan/memilih Rais Syuriah dengan mufakat musyawarah. 


Pemilihan Ketua Tanfidz calon-calonya yang akan maju atas persetujuan Rais Syuriah kemudian dipilih forum peserta Musran secara demokratis musyawarah/mufakat. Dalam pemilihan Ketua Tanfidz bisa voting tertutup atau terbuka bisa aklamasi tergantung putusan forum dalam sidang Musran. (mwcnuturi 1926@gmail.com)