MWC NU Turi dipimpim duet Rais Syuriah Kyai Syaiful Hadi dan Ketua Tanfidz Kyai Mulyadi punya semangat visioner jauh kedepan untuk lebih memajukan NU se Kecamatan Turi.
"Kerja organisasi saat ini tidak lepas dari program pimpinan sebelumnya, maka program kepengurusan baru nanti melalui Musker MWC NU Turi, tentunya setelah pelantikan dari Cabang PCNU Lamongan," ujar Ketua MWC NU Turi Kyai Mulyadi.
Jebolan Ponpes Langitan Tuban ini pernah Ketua KESAN (Keluarga Santri dan Alumni) Langitan Kabupaten Lamongan ini, akan bekerja keras untuk memajukan organisasi NU terutama mengembalikan citra NU dari Pesantren untuk warga NU.
"Mohon do'a dukungan dan perjuangan para Kyai, semoga kami dalam menjalankan tugas kerja organisasi NU ini sukses dan lancar," ujarnya.
Menurut Kyai Mulyadi kabinet struktur kepengurusan baru MWC NU Turi yang sudah mendapatkan SK resmi, maka kedepannya harus mampu membawa kinerja lebih baik, terutama mengembalikan citra NU dari Pesantren untuk warga NU, artinya warga NU harus kembali pada gagasan besar yang diperjuangkan para ulama dan kyai melalui pendiri NU Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari.
"Kita akan berjuang bersama besarkan organisasi dengan warisan para ulama dan kyai," ungkapnya.
Dikatakan Kyai Mulyadi kedepan akan memprioritaskan dan memusatkan kegiatan organisasi dengan memanfaatkan kantor MWC NU Turi, agar lebih dekat dekat warga NU melalui ranting-ranting NU agar mereka ikut bersama dan bangga meramaikan kantor MWC NU dengan berbagai program dan kegiatan organisasi yang akan dicanang programkan bersama pengurus baru MWC NU Turi.
"Kantor MWC NU Turi harus ramai kegiatan jadikan pusat informasi dan kegiatan ke-Islam-an terutama menyangkut aswaja sebagai ciri khas NU," ungkapnya.
Ditegaskan Kyai Mulyadi banyak program yang nantinya bisa disusun melalui Musker, maka pengurus harian dan banom-banom /lembaga lembaga MWCNU menyiapkan programnya sesuai bidang masing-masing. Diharapkan program tidak muluk-muluk tapi bisa dijalankan untuk kemajuan organisasi NU selama lima tahun mendatang.
Musker MWC NU Turi membahas dan menetapkan program kerja, kebijakan strategis, serta mengevaluasi kegiatan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat kecamatan untuk periode kepengurusan lima tahun, berfokus pada isu seperti penguatan ekonomi, pendidikan, dakwah, sosial, dan administrasi, serta konsolidasi antar-lembaga dan banom NU. Serta pembentukan media center MWC NU Turi sebagai pusat informasi dan dokumentasi Pustaka digital.
Hasil Musker bisa menjadi panduan pelaksanaan tugas NU di kecamatan agar selaras dengan arah organisasi secara keseluruhan.
Poin-poin utama yang perlu dibahas dalam Musker MWCNU tersebut diantaranya:
Evaluasi dan Penetapan Program Kerja: Merumuskan kegiatan untuk periode mendatang (misalnya, 2025-2030) mencakup berbagai bidang.
Kebijakan Organisasi: Membahas dan menetapkan kebijakan strategis untuk menjalankan roda organisasi di tingkat kecamatan.
Bidang Garapan: Fokus pada isu-isu strategis seperti:
Penguatan Ekonomi Nahdliyin, Pengembangan Pendidikan dan Dakwah (misalnya, Safari Dakwah, penguatan Aswaja).
Penguatan Administrasi dan Konsolidasi Internal (pembentukan lembaga, sinkronisasi dengan ranting).
Layanan Sosial (misalnya, melalui LAZISNU).
Layanan informasi (misalnya pembuatan media center pusat informasi dan Pustaka digital kegiatan MWCNU Turi).
Sinkronisasi Program: Memastikan program kerja sejalan dengan kebijakan MWCNU dan Konferensi MWCNU.
"Tugas dan Wewenang: Musker memiliki mandat untuk mengevaluasi, membahas, dan menetapkan hal-hal penting sesuai AD/ART NU," pungkasnya. (@mwcnuturi1926@gmail.com)
|
Media MWC NU Turi |
